Pendidikan Jasmani China Kuno
China
Kuno tahun 2500 SM.
·
Pendidikan Jasmani dilakukan
oleh kepala keluarga bersifat peniruan.
·
Tahun 1122 – 249 BC
pendidikan serasi _ pendidikan memadukan aspek fisik dan psikis.
·
Pendidikan terhambat karena
munculnya ajaran Taoisma, Budhisme, Confusianisme akibatnya pendidikan jasmani
hanya untuk militer.
·
Latihan jasmani di kalangan
militer : renang, dayung, tinju / kuntauw, mengendarai kuda, memanah,
tari-tarian.Biasanya untuk memanah dan tari-tarian hanya untuk upacara resmi.
·
Dinasti Chu (1115 BC) ada
College of The East, yang mengajarkan empat hal : Upacara/ritual, Tari dan
Musik, Mengendarai kereta perang untuk pemuda mulai umur 15 tahun, Upacara
penerimaan kopiah dari ortu.
Pendidikan
jasmani di china
Model Pendidikan jasmani di china adalah untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani dengan menggunakan berbagai
aktivitas jasmani yang bertujuan untuk mengembangkan kesehatan individu.
Kesehatan yang dimaksud merupakan kesehatan yang berhubungan dengan kebugaran jasmani
(health related physical fittness), bukan merupakan kesehatan secara medik
(patologi dan disfungsi organ dalam). Namun demikian bahwa dengan meningkatnya
kebugaran jasamani akan dapat meningkatkatkan sistem imunitas tubuh, dan dengan
tingkat kekebalan yang baik maka penyakit akan susah masuk bisa saja dapat
dihubungkan, serta yang tidak tertutup kemungkinannya adalah dilakukannya
rehabilitasi dan revalidasi sistem organ tubuh.
Pendidikan jasmani upaya penting yang sangat diperlukan
untuk mencapai hidup sehat, yaitu aktivitas jasmani dalam kehidupan
sehari-hari. Pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang
pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara menyeluruh,
maka landasan keilmuan utama adalah paedagogis (pendidikan anak) menyangkut
didaktik-metodik, selain ilmu penunjang lain tentunya, misalnya tentang
perkembangan gerak, pembelajaran gerak, tes danpengukuran performa, dan
lain-lain sebagai kelompok ilmusosiokinetika. Bentuk dan tata cara melakukan,
bentuk aktivitas pendidikan jasmani adalah terutama berupa gerak-gerak
pengembangan polagerak dasar (fundamental movements patern), atau bahkan
berbagai cabang olahraga, aktivitas rekreatif, dan tari, tetapi diadaptasi
sedemikian rupa sehingga tujuan utama pendidikan terpenuhi.
Di kawasan asia timur adanya pendidikan prestasi melalui
pendidikan jasmani dalam mendidik untuk meningkatkan prestasi olahraga. Walau
pendidikan jasmani di sekolah bukanlah bertujuan menelurkan olahragawan
prestasi, di lembaga itulah dibentuk dasar olahraga, yaitu pengajaran
keterampilan gerak yang benar, motivasi berolahraga yang tinggi, dan
identifikasi bakat sedini mungkin. Melalui peningkatan peran pendidikan jasmani
yang dilaksanakan di sekolah, pola pembinaan dan pembibitan dalam olahraga
dimulai.
Pendidikan jasmani mampu membangunan karakter bangsa,
tentang peran kritis olahraga terhadap generasi muda dalam pembangunan dan
pemberdayaan karakter kebangsaan yang positif. Sehubungan bahwa generasi muda
adalah komponen bangsa yang paling rentan dalam proses internalisasi tata nilai
dan budaya. Di kawasan asia timur peranan olahraga terhadap pembangunan
karakter bangsa secara khusus, akan diberikan tentang peran kritis olahraga
terhadap generasi muda dalam pembangunan dan pemberdayaan karakter kebangsaan
yang positif, yang menunjang pada kemandirian bangsa.
Pendidikan jasmani mampu memandirikan bangsa di tengah
terpaan arus globalisasi serta mampu mempertahankan kesatuan bangsa. Pendidikan
jasmani merupakan sarana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem
nilai yang berkembang dalam kehidupan. Proses pendidikan jasmani
mengarahkan pada pembentukan sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik,
mengingat perkembangan komunikasi, informasi dan kehadiran media cetak maupun
elektronik tidak selalu membawa pengaruh positif bagi peserta didik. Dikawasan
asia timur tugas pendidikan jasmani dalam konteks ini membantu mengkondisikan
pesera didik pada sikap, perilaku atau kepribadian yang benar, agar mampu
menjadi dirinya sendiri, lingkungan, masyarakat dan siapa saja yang dijumpai
tanpa harus membedakan suku, agama, ras dan golongan. Seiring dengan
perkembangan global pergeseran orientasi pendidikan jasmani dalam
mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul.
Akhir-akhir ini pentingnya aktivitas
pendidikan jasmani dan olahraga dikawasan asia timur, seperti negeri china yaitu untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, kebugaran jasmani, serta dampaknya
terhadap pembentukan tubuh yang lebih baik dan proporsional semakin disadari
terkait dengan kehidupan manusia yang dikelilingi oleh teknologi berupa
perangkat-perangkat yang didesain dan diciptakan agar kegiatan kita serba mudah
dan praktis, tanpa mengeluarkan banyak energi.
Kemajuan dalam bidang teknologi
menyebabkan aktivitas hidup menjadi lebih mudah dan sederhana. Pada sisi lain
sering terabaikan upaya penting yang sangat diperlukan untuk mencapai hidup
sehat, yaitu aktivitas jasmani dalam kehidupan sehari-hari. Relevansi olahraga dalam kehidupan
masyarakat yang menggunakan teknologi tinggi untuk menanggulangi dampaknya yang
menimbulkan kecenderungan perilaku masyarakat yang memiliki gaya hidup kurang
aktif atau kurang gerak dalam kegiatan kehidupan sehari-hari.
Untuk membentuk karakter masyarakat agar sehat jasmani dan
rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas, selain sebagai media untuk mendorong
pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan
penalaran, penghayatan nilai-nilai
(sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan
pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan
kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Selain tujuan utama tersebut
dimungkinkan adanya tujuan pengiring, tetapi porsinya tidak dominan.
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan
secara menyeluruh, maka landasan keilmuan utama adalah paedagogis (pendidikan
anak) menyangkut didaktik-metodik, selain ilmu penunjang lain tentunya,
misalnya tentang perkembangan gerak, pembelajaran gerak, tes danpengukuran
performa, dan lain-lain sebagai kelompok ilmusosiokinetika. Bentuk dan tata
cara melakukan, bentuk aktivitas pendidikan jasmani adalah terutama berupa
gerak-gerak pengembangan polagerak dasar (fundamental movements patern), atau
bahkan berbagai cabang olahraga, aktivitas rekreatif, dan tari, tetapi
diadaptasi sedemikian rupa sehingga tujuan utama pendidikan jasmani terpenuhi.
Misalnya, bisa saja pendidikan jasmani menggunakan cabang olahraga bolavoli
sebagai unit aktivitasnya, tetapi bolavoli yang telah dimodifikasi dan
diadaptasi sedemikian rupa, sehingga pola gerak dasar akan berkembang, tertanam
jiwa sportif, sertanilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Sejalan dengan masyarakat tumbuh lebih
maju dan hidup menjadi lebih mudah. Aktivitas-aktivitas itu sering tumbuh dari keterampilan
kemampuan bertahan lebih awal (seperti berlomba memanah dan berlari), tetapi
mereka diharapkan lebih untuk anak-anak atau untuk orang dewasa sebagai hiburan
(entertainment). Sejalan dengan perkembangan pertandingan dan olahraga, pertandingan
menjadi letusan awal aktivitas-aktivitas luar di masyarakat. Walaupun perbedaan
disebabkan oleh iklim, adat istiadat setempat, dan bahan alam yang tersedia,
pertandingan itu berkembang di seluruh dunia yang pada dasarnya serupa, untuk
mereka sering berfungsi sebagai metoda pelatihan dalam keterampilan.
Karakter pendidikan jasmani dikawasan China berubah dengan
kemunculan pola budaya lebih rumit. Sejalan dengan tumbuhnya peradaban, dunia
bergerak lebih dekat ke konsep negara bagian. Kelompok besar orang yang
karakteristik serupa yang dibagi bersama (seperti kelompok rasial, bahasa,
khusus, dan modus hidup) mengembangkan bentuk dan para pemimpin pemerintahan.
Dibandingkan tujuan pendidikan terutama pendidikan jasmani dalam kultur
primitif, kearah kemampuan bertahan dari individu dan kelompok, negara bagian
mengorientasikan proses bidang pendidikan ke arah negara bagian lain dan
kemampuan bertahan dan sering juga ke arah ekspansi mereka.
Karakteristik penting dari aktivitas-aktivitas
fisik primitif adalah keterampilan kemampuan bertahan, keterampilan perlu untuk
pertahanan melawan musuh. Dengan cara sama, olahraga secara esensial 'olahraga
bertahan, " atau " olahraga alami, untuk banyak dari aktivitas-aktivitas
olahraga mempunyai sumber dasar keterampilan yang sama yaitu aktivitas-aktivitas
fisik.
Aktivitas-aktivitas olahraga orang
primitif masuk ke kategori pertandingan dan aktivitas-aktivitas tarian
mencakup, hal yang sangat penting pada kultur awal. Tiga jenis pertandingan
primitif adalah pertandingan kesempatan, pertandingan keterampilan serta
pertandingan anak-anak. Pertandingan keterampilan dimasukkan dalam pertandingan
seperti seni memanah, simpai dan kutub, dan ular salju. Meskipun sering
sebagian kompetisi besar antara dua atau lebih banyak orang dalam. suatu desa
atau suku bangsa, beberapa telah diselenggarakan antara desa dan suku bangsa
berbeda. Sebagian besar ini adalah pertandingan secara kasar serupa dengan
permainan pakai
bola dan tongkat atau sepakbola modern.
Ketika kita memperhatikan awal
pembentukan olahraga yang digunakan oleh orang primitif dalam Budaya Barat
(Prasejarah Eropa), kita sering melihat satu basis menyukai perang untuk
aktivitas-aktivitas. Sukses di olahraga memerlukan penguasaan keterampilan
dasar peperangan. Kita secara tradisional mempertimbangkan basis suka perang
dari olahraga sebagai ciri umum, tetapi itu bukan benar untuk semua masyarakat
primitif. Bagaimanapun, sesungguhnya olahraga primitif bukan hanya selalu suka
perang atau berorintasi peperangan , itu telah diambil dengan serius.
KESIMPULAN
1. Guru memberikan kebebasan pada siswa
untuk mengelola pelajaran.
2. Sekolah-sekolah mendapat kebebasan
secara otonomi untuk mengelola pendidikan jasmani tetapi tetap mengacu
pada kebijakan nasional.
3. Alokasi waktu dan sarana untuk pendidikan jasmani jauh lebih
memadai.
4. Nilai yang diberikan kepada siswa tidak dalam bentuk angka,
tetapi yang dilihat adalah perubahan secara
kualitatif. Jadi yang ditonjolkan adalah
seberapa jauh perubahan atau kemajuan
yang telah dicapai oleh siswa.
5. Pendidikan jasmani dapat berfungsi
sebagai sarana kesehatan, prestasi dibidang olahraga, mencetak karakter bangsa,
dan mampu memandirikan bangsa di tengah arus globalisasi.
